POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Rerasan: Jasmerah Lamongan

RedaksiOleh Redaksi
May 6, 2025
Rerasan: Jasmerah Lamongan
🔊

Dengarkan Artikel

(Menyambut Hari Jadi Lamongan)

Oleh Muslimin Lamongan

Jasmerah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah!, pekik Bung Karno. Saya bukan ahli sejarah. Tidak memunyai latar belakang pendidikan sejarah. Hanya penggemar berat sejarah. Penggembira suka baca buku sejarah dan lihat film sejarah. Mendengar cerita sejarah, sandiwara atau drama sejarah. Meskipun tumpang tindih antara realita dan khayalan. Tetap menarik, rasa penasaran terobati. Termasuk sejarah Lamongan, kota kecil yang bila digali secara mendalam, memiliki historisitas yang sangat menarik.

Secara singkat hari jadi Lamongan yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, memiliki latar sejarah sebagai berikut:

Lamongan memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Ada dua versi tentang asal usul nama Lamongan.

Versi Pertama: Mbah Lamong

Lamongan berasal dari nama Mbah Lamong, yang merupakan julukan untuk Ranggahadi, seorang tokoh penting pada masa lampau. Ia dikenal karena kebijaksanaannya dalam membina daerah dan menyebarkan ajaran Islam. Nama Lamongan kemudian digunakan sebagai nama daerah

📚 Artikel Terkait

Poleang Kampung

Mendamba Presiden Pro Perempuan dan Keberagaman

Ketika Dokter Salah Mengobati Penyakit Pendidikan Aceh

Kami Cinta Damai

Versi Kedua: Demang Ronggohadi

Lamongan berasal dari nama Demang Ronggohadi, seorang pejabat tinggi di Kerajaan Majapahit. Ia dikenal karena pengabdian dan jasanya kepada negara. Nama Lamongan kemudian digunakan sebagai nama wilayah untuk menghormati Demang Ronggohadi

Sejarah Kabupaten Lamongan

Lamongan diangkat menjadi kabupaten pada tahun 1569, dengan Tumenggung Surajaya sebagai Adipati pertama. Penobatan ini dilakukan oleh Kanjeng Sunan Giri IV, bukan Sultan Pajang, sebagai respons atas situasi politik dan ancaman asing di masa itu.

Lamongan memiliki warisan sejarah yang penting, seperti Candi Pataan di Desa Pataan Sambeng, yang diperkirakan sebagai wihara tempat pendidikan calon biksu. Kota ini juga berkembang di bawah pengaruh keislaman yang kuat, dengan peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa.

Kisah singkat itu jika ditelisik dan diulik secara sungguh-sungguh, akan menjadi catatan sejarah yang luar biasa. Lamongan berdekatan dengan Gresik dan Surabaya. Di masa lampau, mulai zaman kerajaan sampai kemerdekaan, dua wilayah ini memiliki sejarah penting. Keduanya bersinggungan dan Lamongan memiliki peran yang signifikan menopang kejayaan dua kota ini. Bila ditulis dalam bentuk buku, bisa berjilid-jilid. Tentu saja penulisan sejarah ini membutuhkan tim yang kompak dan kompeten. Hasilnya akan menjadi warisan anak cucu. Sebagai pijakan dalam langkah-langkah pembenahan tatanan wilayah Lamongan. Agar menjadi lebih megilan dan pesat berkemajuan.

Selayaknya paling tidak di SD/MI dan SMP/MTs di Lamongan, para siswa mendapat pelajaran sejarah kabupatennya. Tetangga kita, Kabupaten Gresik, sudah melakukannya. Para siswa mendapat tambahan pelajaran sejarah Kabupaten Gresik. Uniknya, penulis bukunya adalah orang Lamongan, DR. Mustakim. Sekarang beliau adalah Kepala Wilayah Dinas Pendidikan Lamongan yang membawahi sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK. Rasanya belum terlambat untuk merealisasikan harapan sederhana ini. Serpih-serpih sejarah Lamongan yang masih berserakan, disatukan dalam tekad kuat untuk mewujudkan buku pegangan atau pedoman yang meyakinkan. Apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Warga Lamongan sudah menjelajah ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan mancanegara. Semestinya bosa dan mampu memiliki buku pegangan sejarah wilayahnya sendiri. Semoga………

Lamongan, 5 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Sekolah Rakyat

Dari Meja Dapur ke Meja Pemerintah: Memahami Krisis Ekonomi di Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00