• Latest
Konferensi Internasional Pertama tentang Agama dan Kearifan Lokal di UIN Bukittinggi

Konferensi Internasional Pertama tentang Agama dan Kearifan Lokal di UIN Bukittinggi

November 15, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Konferensi Internasional Pertama tentang Agama dan Kearifan Lokal di UIN Bukittinggi

Redaksiby Redaksi
November 15, 2024
Reading Time: 3 mins read
Tags: #Bukittinggi#konferensi Internasional
Konferensi Internasional Pertama tentang Agama dan Kearifan Lokal di UIN Bukittinggi
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bukittinggi, 14-15 November 2024 – Potretonline.com- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, bekerja sama dengan Pusat Studi AKAL: Agama dan Kearifan Lokal serta Rumah Jurnal UIN Bukittinggi, menggelar Konferensi Internasional pertama tentang Agama dan Kearifan Lokal pada 14-15 November 2024. Mengusung tema “Bridging Beliefs: Local Practices and Global Dialogues”.

Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan kaitan antara pemahaman dan praktik keagamaan lokal dan wacana agama global.

Pada sesi plenari hari pertama, beberapa narasumber utama dari berbagai belahan dunia menyampaikan pemikiran mereka mengenai kontribusi kearifan lokal dalam konteks agama global. Prof. Najib Burhani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka sesi dengan topik “The Mediatization of Belief: Dialogue between Local and Global Practices”. Dalam presentasinya, Prof. Burhani mengupas peran media modern dalam mempertemukan praktik keagamaan lokal dengan ide-ide dan gerakan global, sekaligus membahas tantangan serta peluang dalam interaksi ini.

Dari Tiongkok, Prof. Yusuf Liu Bou Jun dari Chinese Muslim Association membahas hubungan komunitas Muslim Tiongkok dengan masyarakat Muslim di Nusantara melalui presentasinya berjudul “Relationships of Chinese Muslims in Nusantara”. Prof. Liu mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai agama dan budaya lokal berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari, serta perpaduan antara tradisi Islam Cina dan budaya lokal di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dr. Jonathan D. Smith dari University of Leeds, Inggris, mengangkat tema “Bridging Environmentalism: How Social Movements Connect Religion and Local Wisdom to Respond to Ecological Crises”. Dr. Smith membahas peran gerakan sosial yang mengaitkan agama dan kearifan lokal dalam merespons krisis ekologi global, menunjukkan peran penting praktik keagamaan lokal dalam pelestarian alam dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Dari Yaman, Dr. Alwi Saqaf Alaidroos dari University Science and Technology membawakan studi kasus “The Local Wisdom Based on Religious Values: A Case Study of Yemeni People in Hadramout Governorate”. Dr. Alaidroos menjelaskan bagaimana nilai-nilai Islam membentuk kebijakan lokal yang berkelanjutan dan memperkuat solidaritas sosial di Hadramout, Yaman.

Sementara itu, Dr. Gazali dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mempresentasikan “Expressions of Islamic Mysticism in Contemporary Indonesian Society”. Dr. Gazali membahas kuatnya akar tasawuf dalam budaya lokal Indonesia dan dampak spiritualitas serta ajaran mistik Islam terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat.

Dr. M. Taufiq, juga dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, menutup sesi dengan topik “The Dialogue between Local Wisdom and the Quran: Implementation in the Lives of Indigenous Communities in Indonesia”. Dr. Taufiq membahas penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat adat dan bagaimana kearifan lokal berdialog dengan ajaran Al-Qur’an dalam praktik sehari-hari mereka.

Para narasumber memberikan perspektif luas, mulai dari media dan gerakan sosial hingga mistisisme Islam dan ekologi, membuka ruang diskusi tentang peran kearifan lokal dalam konteks global. Konferensi ini tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman akademik, tetapi juga menyajikan wawasan praktis tentang bagaimana agama dan budaya lokal dapat memperkaya dialog global yang lebih harmonis.

Di hari kedua, konferensi berlanjut dengan 30 pembicara dalam 6 sesi paralel yang mendalami tema-tema seperti moderasi agama dalam praktik lokal, teologi dan filosofi lokal, living Al-Qur’an dan Hadis dalam konteks lokal, sejarah Islam dan warisan budaya, dakwah pribumi dan komunikasi antar budaya, suara lokal dalam percakapan global, religiositas dan ekspresi gender, serta isu-isu penting lainnya yang relevan.

Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, dalam sambutannya menekankan bahwa konferensi ini tidak hanya sebagai forum ilmiah, tetapi juga sebagai wadah untuk menciptakan kolaborasi antara tradisi lokal dan ide-ide global. “Kami berharap pertemuan ini membuka ruang bagi saling pemahaman dan memperkuat hubungan antarbudaya dan agama di berbagai penjuru dunia,” ujarnya.

Dekan FUAD, Prof. Syafwan Rozi, dalam pidato pembukaannya, menekankan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi sebagai jembatan dalam memfasilitasi diskusi antara tradisi lokal dan global. “FUAD UIN Bukittinggi berkomitmen menjadi wadah penting dalam menjembatani kajian agama dan kearifan lokal, menciptakan ruang dialog yang terbuka dan mendalam untuk memperkuat kolaborasi antarbangsa,” ujar Prof. Syafwan. Beliau juga menegaskan bahwa konferensi ini adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan global melalui pendekatan berbasis nilai-nilai lokal.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026
Gamang

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Februari 18, 2026

Adapun ketua panitia penyelenggara, Dr. Zulfan Taufik, menyampaikan harapannya bahwa konferensi ini mampu memperkaya diskursus internasional tentang agama dan budaya. “Kami berharap kegiatan ini memperkuat hubungan antara pengetahuan lokal dan global, mendorong terciptanya dunia yang lebih inklusif dan harmonis,” ungkapnya.

Konferensi ini disambut antusias oleh para peserta yang aktif berpartisipasi dalam diskusi dan sesi interaktif selama dua hari penuh. Diiikuti hampir 400 peserta dari berbagai wilayah Indonesia maupun internasional secara virtual.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com