• Latest

Menyelamatkan Jejak Sistem Perkeretaapian Kolonial di Koetaradja

Mei 30, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menyelamatkan Jejak Sistem Perkeretaapian Kolonial di Koetaradja

Redaksi by Redaksi
Mei 30, 2025
in Artikel, Kereta Api Aceh, Sejarah
Reading Time: 5 mins read
0

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Atjeh_Tram

587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: [Al Asy’ari] – Konservasi Kota, Mahasiswa Magister Arsitektur, Universitas Syiah Kuala

Apakah Jejak Sistem Perkeretaapian Kolonial Layak Diselamatkan?

Pusaka kota bukan hanya bangunan-bangunan indah yang berdiri megah, tetapi juga sistem dan jaringan yang membentuk identitas kolektif suatu kota. Salah satu warisan yang hampir terlupakan di Banda Aceh adalah sistem perkeretaapian kolonial, yang dikenal sebagai Trem Aceh. Sistem ini tidak hanya mencakup stasiun dan rel, tetapi juga perumahan pegawai, depo, dan pendukung lanskap yang membentuk suatu kawasan bersejarah. Sayangnya, warisan ini tersebar dalam kepingan-kepingan yang tersembunyi, dan terancam dilupakan oleh laju pembangunan modern.

Sistem Perkeretaapian Koetaradja adalah Infrastruktur Kolonial yang Terstruktur

Kereta api di Aceh dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1876, dimulai dari Stasiun Koetaradja membawa hasil bumi dari perdalaman Aceh menuju pelabuhan Ulee Lheue. Jalur ini kemudian tersebar ke wilayah pedalaman dan menjadi jaringan sepanjang ±502 km hingga Besitang. Jalur ini dikenal sebagai Atjeh Tramweg Maatschappij, meskipun fungsinya melampaui trem biasa, menjadi tulang punggung logistik dan militer kolonial. Jejaknya masih bisa dilihat dalam bentuk jembatan tua, pondasi rel, serta bangunan utilitas dan rumah pegawai di kawasan Blower (https://id.wikipedia.org/wiki/Atjeh_Tram).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Atjeh_Tram

Peta-peta lama menggambarkan bagaimana sistem ini terintegrasi dengan jaringan kota kolonial, pelabuhan Ulee Lheue, dan pasar Koetaradja, menunjukkan betapa strategis dan terencana sistem ini dibangun. Untuk menghubungkan bala bantuan tentara Hindia yang merupakan bagian dari jalur terkonsentrasi, diputuskanlah untuk membangun jalur kereta sepanjang 16 pos yang berbeda. Pos tersebut berada dalam lingkaran Koetaraja sebagai pusatnya (wikipedia.org/wiki/Atjeh_Tram). Rute yang dibangun:
1. 1884  Ketapang Doea

2. 1 Agustus 1884  Lambaro

3. 1885 Lam Joeng (via jembatan Demmeni, Kroeng Tjoet)

4. 1885 Ketapang Doea – Lam Djamee 

5. 1885 Ketapang Doea – Lam Reng (via Lam ara dan Lam Peroet)

6. Juni 1886Lam Baroe – Lam Joeng (melalui Lam Permai, Tjot Iri, Roempit & ule Kareng)

7. 1885–1889 Lam Baroe – Lam Reng (dibuka kembali 1 Maret 1891)

8. Februari 1890 Lamb Tehoe – Lam Reng

Kawasan dan Jejak yang Masih Tersisa

Meski sebagian besar rel telah hilang, beberapa titik fisik masih dapat ditemukan di kawasan Lambaro dan Krueng Raya. Bangunan eks-kereta seperti rumah dinas, depo, dan pondasi jembatan masih berdiri, meski tak difungsikan. Ini membuktikan bahwa sistem perkeretaapian kolonial pernah membentuk morfologi dan dinamika ruang kota Banda Aceh.

Mengapa Perlu Dikonservasi sebagai Kawasan warisan?

Pendekatan konservasi yang hanya fokus pada satu bangunan akan gagal menangkap makna utuh dari sistem perkeretaapian Koetaradja. yang perlu dikaji adalah sistem sebagai lanskap budaya suatu jaringan fisik dan sosial yang membentuk ruang kota dan memori masyarakat. Sistem ini adalah bentuk awal dari pembangunan berorientasi transit di Aceh, dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang berkembang di seputar jalur kereta dan stasiunnya.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Objek utama yang dapat dijadikan titik konservasi antara lain:

  1. Stasiun 
  2. Depo dan bengkel kereta 
  3. Jejak rel dan jembatan.
  4. Menara dan pos sinyal yang tersebar di sepanjang jalur.

Bagaimana konservasi pusaka kereta api yang dilakukan di kota-kota lain?

Upaya konservasi sistem perkeretaapian sebagai warisan kawasan telah dilakukan di beberapa kota di Indonesia Contoh keberhasilan konservasi sistem perkeretaapian dapat dilihat di:

  1. Museum Kereta Api Ambarawa berhasil mengonservasi bangunan kolonial dan menghidupkan kembali jalur rel sebagai wisata kereta uap, menciptakan pengalaman sejarah yang edukatif dan utuh melalui pelestarian elemen pendukung kawasan.
  2. Kota Lama Semarang menampilkan jejak jalur kereta lama melalui desain lanskap, signage historis, dan narasi kota tanpa mengaktifkan kembali rel fisik, namun tetap mempertahankan peran historisnya dalam membentuk morfologi ruang kota.
  3. Surabaya Pelestarian Memori Kolektif Berbasis Teknologi, meskipun tidak ada aktivasi ulang rel, konservasi dilakukan melalui dokumentasi sejarah, pelabelan tapak, dan penyusunan rute berbasis aplikasi digital untuk mengedukasi publik tentang sistem trem kolonial sebagai bagian dari sejarah kota

Ketiga kota ini menunjukkan bahwa konservasi tidak selalu berarti restorasi fisik, tetapi juga bisa dilakukan melalui narasi, interpretasi ruang, dan pemanfaatan teknologi untuk menghidupkan kembali memori kolektif serta fungsi historis dalam wajah kota masa kini.

Pendekatan Konservasi yang Bisa Dilakukan di Banda Aceh

ADVERTISEMENT

Beberapa pendekatan konservasi sistem perkeretaapian Koetaradja antara lain:

  1. Pelestarian Fisik dan Arsitektur yaitu melindungi struktur sisa seperti stasiun, jembatan, dan rumah pegawai dengan intervensi minimal.
  2. Kawasan Konservasi dengan menetapkan jalur lama sebagai zona warisan yang mempertahankan pola ruang dan fungsi sosial.
  3. Interpretasi dan Edukasi Publik membuat papan informasi, jalur tematik, dan aplikasi digital untuk mengenalkan sejarahnya.
  4. Fungsi Ulang (Adaptive Reuse) yaitu menghidupkan kembali bangunan lama sebagai museum, galeri, atau ruang komunitas.
  5. Pelibatan Komunitas dengan mengajak masyarakat, sejarawan, dan pemerintah dalam menyusun narasi sejarah bersama.
  6. Revitalisasi jalur historis dengan menjadikan jalur lama sebagai taman linear, jalur sepeda, atau jalur wisata sejarah.


Penutup

Konservasi sistem perkeretaapian kolonial di Banda Aceh bukan semata upaya menyelamatkan bangunan tua atau rel yang tersisa, tetapi sebuah langkah strategis dalam merawat memori kolektif kota dan menumbuhkan kembali kesadaran akan identitas ruang yang terbentuk dari sejarah panjang interaksi sosial dan teknologi. Koetaradja, sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan transportasi kolonial, menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan warisan yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga edukatif dan ekonomis melalui pariwisata berbasis sejarah kota.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

HABA Si PATok

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com