POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Di antara Cincin Lingkar Kesaksian

RedaksiOleh Redaksi
May 6, 2025
Di antara Cincin Lingkar Kesaksian
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Luhur Susilo
(Guru SMPN 1 Sambong dan Anggota Satupena Blora)

Pengantar
Lingkar Waktu Nusantara bukan sekadar rentetan tahun. Ia adalah luka yang menjelma kenangan, perlawanan yang menjelma harapan.
Dari retakan pohon tua, sejarah menjalar seperti urat dalam tubuh bumi—mengalirkan narasi bangsa dari sabak impian hingga tapak berdarah.
Di antara lingkar-lingkar kayu yang membatu, kita membaca bagaimana negeri ini menulis dirinya sendiri—dengan air mata, bambu runcing, dan nyanyian sunyi.

Puisi ini adalah upaya mengguratkan kembali suara yang kadang luput, wajah yang kerap hilang dari album besar sejarah.
Ia bukan sekadar catatan waktu, tapi jejak kesaksian.
Jejak kita.

LINGKAR WAKTU NUSANTARA

Pada lingkar seabad sepuluh warsa
kulihat Nusantara memanggil satria winingit
di panggung sejarah yang berselimut api (2016)

Putra-putra wana menyisir belantara
meninggalkan puing hutan dan kemarau panjang (2006)

Tlah kutahankan gelora revolusi tanpa pertumpahan dara pada panca warsa lalu dari kramat raya 164 dan membuncah pula sebuah daya kekuasaan yang tak terhindarkan (1996)

Sejuk kaki gunung Muria menyapa hangatnya persahabatan yang tumbuh dari perambah belantara jati jalinan kemanusiaan sejati (1986)

Ingus masih menyusup di rongga napas,
tapak dan lengan berserak
sementara tangan punggawa agung
menghardikmu ke ujung lara (1976)

Dasa warsa setua angin berlalu
saat bala muda melantang suara
di antara bungkus nasi yang menimbuni Jayakarta (1966)

📚 Artikel Terkait

2,9 Juta Kawan Kita Kena Stroke Setiap Tahunnya

Menyoal Joget Velocity di Kalangan ASN

MUSIK ETNIK DAN DIGITAL DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI”

Sarana dan Prasarana Sekolah; Fondasi Utama Pendidikan Berkualitas

Gedhong-gedhong magrong-magrong,
rakus kita memeluk tanah
menunggu darah mengucur
dari ujung sesembahan bernama “rampas” (1956)

Masih hangat pematang
oleh bangkai bersungkuran—pelor Nippon
yang merampas kembang pertiwi,
tawa petani,
dan anak-anak
bergegas mengangkat bambu
dari pinggir belantara,
menggotong sabak impian (1946)

Tembang pengantar mimpi
di bawah purnama tanpa canda
dalam dekapan Banaspati Nedherland,
Chino wau greget nggempal Welandi,
pirso ana lebeting distrik Kedungtuban,
plunturane kwarise, Blora nagaranipun
kang miyarso miwah pungkure.
Akhire, bangsa kang kebak roso murko
maring nagara liyo, atur panguwoso tanpo upomo (1936)

Eyang-eyang kakung membusur langkah
di bawah garis gemintang
temali sepi yang menggalang angan (1926)

Nini-moyang mengurat syair
di rentang petualang
dengan pena sunyi
dan rindu yang membatu (1916)

Tunas-tunas baru mengurai Nusantara
dalam pernik kanvas perlawanan (1906)

Eyang Tumenggung memrasasti
bokor dan arca jantan jago
dalam kemilau medhang kamolan
yang menepi di kelok bengawan (1896)

Terdamparlah
pada kebun bantaran sejarah,
tanah-tanah perdikan yang renta (1886)

Berlumpur
dan nganga oleh waktu
menyelusuri belantara utara (1876),

menyeruak dalam hampar perjanjian
yang belum benar-benar selesai (1866)
Epilog
Dari lingkar yang paling dalam hingga yang paling muda,
sejarah tidak pernah benar-benar usai—ia tumbuh bersama kita.
Apa yang telah mereka tanam dengan darah dan nyala,
harus kita rawat dengan kesadaran dan cinta yang bekerja.

Kini, tugas kita bukan sekadar mengenang.
Tugas kita adalah menyambung sulur-sulur harapan itu,
mengukir lingkar baru di batang waktu Indonesia
dengan keberanian yang tak kehilangan welas asih,
dan dengan langkah yang tak lupa akar.

Mari menjadi bagian dari lingkar berikutnya.
Karena sejarah bukan hanya tentang yang telah terjadi—
ia juga tentang siapa yang mau melanjutkannya.

__ Rumah Tua, 5 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Rerasan: Jasmerah Lamongan

Rerasan: Jasmerah Lamongan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00