• Latest
Surat Terpendam

Lelaki Pemendam Cinta

January 3, 2023
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

March 12, 2026
Lurah Jepang di Meulaboh

Lurah Jepang di Meulaboh

March 10, 2026

Tadarus – Surah Al-Baqarah ayat 11

March 10, 2026

Bedah Buku – Kitab al-Shifa

March 10, 2026
Laki-Laki dari Tanah Zamrud

Laki-Laki dari Tanah Zamrud

March 10, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

March 10, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Lelaki Pemendam Cinta

Redaksi by Redaksi
January 3, 2023
in POTRET Budaya, Sastra
0
Surat Terpendam
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Breaking Reza

Wahai lelaki, kenapa menangis tersedu seperti itu? Bukankah ayah telah memberi pesan bermakna?

Baca Juga

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

March 10, 2026
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Ramadhan dan Warung Kopi, Rutinitas yang Tak Lekang oleh Waktu.

March 7, 2026

Wahai lelaki, mengapa kau memilih bungkam? Bukankah mulutmu itu dapat mengungkapkan rasa…? Rasa cinta yang kau pendam.

Lihatlah pelangi di balik awan hitam di atas sana. Seakan memberi kabar bahwa harapan itu nyata adanya. Setelah kau menganggap diri terjatuh dan gagal, dirimu masih mungkin untuk berjalan.

Asamu terlihat pudar sebab dia yang kau lukis wajahnya di hati tak juga memberi pesan tersirat untuk membalas perasaanmu. Dan kau memilih menutup lisan, mendengar keluh kesah batin yang tidak terkontrol.

Wahai lelaki, pahamilah bahwa alur cinta itu memang rumit. Sudah semestinya kau tau bahwa ada luka dan rasa sakit yang akan menyerang kekokohan topanganmu.

Tapi tak mengapa, sebab mereka juga merasakan hal yang sama. Dan sebelum semuanya terlambat, bukankah kau harus memulainya sejak dini? Mengungkapkan perasaan tersembunyi.

Kian hari kau hanya merenung. Di sudut petang kau terduduk lesu. Di awal cahaya mentari kau tertegun ragu. Tidak menggerakkan kaki, tidak menggerakkan hati untuk mengutarakan cinta.

📚 Artikel Terkait

Jujur Sebagai Jalan Sukses

Welcome to Zurich and We do not Arrive in Trogen Yet

Tafsir Prediktif Alkitabiah Atas Kejatuhan Islam

Gerakan Indonesia Bicara Baik, Ajakan Untuk Hijrah

Bagimu itu adalah perasaan suci. Kau takut jika nanti hanya menjadi sebuah pelampiasan. Tapi, kau adalah lelaki yang memikul tanggung jawab. Cahaya cinta yang hadir di dasar kalbu itu kepada seorang wanita anggun di seberang sana, dikau harus memaknainya sebagai penyatuan rasa yang abadi.

Jangan jadikan dirimu seperti mereka; mencintai hanya untuk membuktikan diri hebat, menaklukkan setiap hati wanita hanya sebatas penasaran. Lalu pergi oleh sebab rahasia yang sudah terungkap. Mereka itu, bukanlah contoh untuk kau terapkan.

Sebab wanita juga merasakan emosi yang bahkan lebih dalam dari yang kau ketahui; dia akan tersenyum anggun jika bahagia… dan dia akan menangis tersedu saat terluka.

Sandarkan perasaanmu di bahteranya, dan jadikan cinta sebagai cerita yang tiada ujung. Kau dan dia si wanita, mencintai untuk saling melengkapi di balik tawa ceria dan air mata pilu.

Wahai lelaki, sampai kapan kau ‘kan sanggup menahan pendaman cinta itu? Bukankah saat ini kau terlalu sakit memendamnya?

Buku harianmu penuh dengan tulisan namanya. Kau diam untuk merasakan kehadirannya. Kau diam karna terlalu takut mencoba. Kau hanya diam sambil berharap si wanita memahami pesan hatimu.

Tak cukup menjadi lelaki hanya untuk mengagumi dalam diam. Perlahan semua hanya membeku kaku. Kau harus bergerak untuk mencari tau.

Tapi… libatkanlah Tuhan sebab perkara hati yang ingin melabuhkan cinta… kau terlalu lemah untuk melakukannya seorang diri. Dan tapi… jangan menyerah untuk mengejar cintamu.

Kudapati engkau yang masih berharap, akan ada hari di mana semua akan berakhir untuk kemudian dimulai lagi dengan sebuah tahapan alur baru; kau dan wanita itu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 75x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 66x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 55x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 50x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Terkait

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

by Redaksi
March 10, 2026
0

Oleh Riazul Iqbal Penulis buku Hikayat Musang Aceh sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat intelektual di Nusantara. Pada masa Kesultanan Aceh, wilayah ini bukan hanya pusat perdagangan...

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Ramadhan dan Warung Kopi, Rutinitas yang Tak Lekang oleh Waktu.

by Dr. (Cand) Kaipal Wahyudi, S.j., S.Hum., M.Ag.
March 7, 2026
0

Oleh: Dr. (Cand) Kaipal Wahyudi, S.j., S.Hum., M.Ag. Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam, Pascasarjana, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Bulan Ramadhan di Aceh selalu menghadirkan dua denyut yang...

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

by Redaksi
March 3, 2026
0

Oleh Fileski Walidha Tanjung  Senin, 2 Maret 2026, selepas tarawih, Mucoffee di Kota Madiun tidak sekadar menjadi ruang ngopi, melainkan menjelma ruang perenungan. Tadarus Buku Ramadan 2026/1447 H yang digagas...

Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah

Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah

by Fileski Walidha Tanjung
February 28, 2026
0

Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah oleh Fileski Walidha Tanjung  Saya Fileski, datang ke sebuah malam yang tampaknya sederhana: duduk, mendengar, bersuara. Namun justru dari...

Next Post
‘Beuet Seumeubeuet’ Sebagai Ideologi dan Implementasi

‘Beuet Seumeubeuet’ Sebagai Ideologi dan Implementasi

POTRET Online

Media Perempuan Kritis dan Cerdas

  • Tentang Kami
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com